Total Tayangan Halaman

Jumat, 19 Juli 2013

DEFINISI NIFAQ(MUNAFIEQ)


 Perbuatan orang-orang munafik

 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. (Al-Baqarah : 204).
DEFINISI NIFAQ
Nifaq secara bahasa berasal dari kata naafaqa – yunaafiqu – nifaaqan wa munaafaqan yang diambil dari kata an-naafiqaa’, yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangannya, dimana jika ia dicari dari lubang yang satu, makaia akan keluar dari lubang yang lain. Dikatakan pula, ia berasal dari kata an-nafaqa (nafaq) yaitu lubang tempat bersembunyi. [Lihat An-Nihaayah V/98 oleh Ibnu Katsir]
Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Allah memperingatkan dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (QS. At-Taubah: 67)
Yaitu mereka adalah orang-orang yang keluar dari syari’at.
Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelak dari orang-orang kafir. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’: 145)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang Munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalah tipuan mereka…” (QS. An-Nisaa’: 142) [Lihat juga al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 9-10]
JENIS-JENIS NIFAQ
Nifaq ada dua jenis: Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali.
1. Nifaq I’tiqadi (Keyakinan)
Yaitu nifaq besar, dimana pelakunya menampakkan kislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan keluar dari agama dan pelakunya berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Orang-orang munafiq jeni sini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti itu, merekamasuk ke dalam agama Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama umat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Karena itu, seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, dan Hari Akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya. Nifaq jenis ini ada empat macam.
Pertama, mendustakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.
Kedua, membenci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa.
Ketiga, merasa gembira dengan kemunduran agama Islam.
Keempat, tidak senang dengan kemenangan Islam.
2.Nifaq ‘Amali
Yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hatinya. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkan dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu, jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia kedalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Ada empat hal yang jika berada pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu daripadanya, maka berarti ia memliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya, bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia memungkiri dan bila bertengkar ia melewati batas.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Al-Bukhari (34, 2459, 3178), Muslim (58), Ibnu Hibban (254-255), Abu Dawud (4688), At-Tirmidzi (2632), An-Nasa-I (VIII/116) dan Ahmad (II/189), dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu.
Terkadang pada diri seorang hamba berkumpul kebiasaan-kebiasaan baik dan kebiasaan-kebiasaan buruk, kebiasaan-kebiasaan iman dan kebiasaan-kebiasaan kufur dan nifaq. Karena itu, ia mendapatkan pahala dan siksa sesuai konsekuensi dari apa yang mereka lakukan, seperti malas dalam melakukan shalat berjama’ah di masjid. Ini adalah di antara sifat orang-orang munafiq. Sifat nifaq adalah sesuatu yang buruk dan sangat berbahaya, karena itulah sehingga para Shahabat begitu sangat takutnya kalau-kalau dirinya terjerumus ke dalam nifaq. Ibnu Abi Mulaikah berkata: “Aku bertemu dengan 30 Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka semua takut kalau-kalau ada nifaq dalam dirinya.”
PERBEDAAN ANTARA NIFAQ BESAR DAN NIFAQ KECIL
*Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkan dari agama.
*Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan bukan dalam hal keyakinan.
*Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedanghkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.
*Pada galibnya(UMUMNYA)pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. Lain halnya dengan pelakunya terkadang bertaubat kepada Allah, sehngga Allah menerima taubatnya. [‘Aqidah at-Tauhid (hal. 85-88) oleh Dr. Shalih bin Abdullah al-Fauzan]
 [Disalin dari buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah hal. 223-227, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas; 
Nifaq (kemunafikan) lebih berbahaya daripada kekafiran dikarenakan nifaq adalah menampakkan keislaman namun menyembunyikan kekufuran, sebagaimana dikatakan Ibnu Manzhur bahwa nifaq adalah salah satu nama syar’i yang ditetapkan oleh syara’ yang makna istilah (terminologinya) belumlah dikenal sebelum islam, maknanya adalah menyembunyikan kekufurannya dan menampakkan keislamannya.
Oleh karena itu Allah swt mengancam para pelakunya akan dilemparkan ke dasar neraka, sebagaimana firman Allah swt :
 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 145)
Adapun macam-macam nifaq adalah :
Ibnu Rajab mengatakan bahwa nifaq didalam syara terbagi menjadi dua :
1. Nifaq Akbar (terbesar), yaitu : seorang yang menampakkan keimanan kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir sementara dirinya menyembunyikan apa-apa yang dapat membatalkan sebagian atau seluruh perkara diatas. Inilah kemunafikan yang ada yang ada pada masa Rasulullah saw lalu Al Qur’an turun mengecam para pelakunya bahkan mengkufurkan mereka dan menginformasikan bahwa mereka kelak ditempatkan di dasar dari neraka.
2. Nifaq Asghor (terkecil) atau nifaq amali yaitu seorang yang menampakkan keshalehan secara terang-terangan sementara dia menyembunyikan hal-hal yang bertentangan dengannya.
Sesungguhnya setiap yang disebutkan didalam al Qur’an berupa ancaman bagi orang-orang kafir juga termasuk didalamnya para pelaku nifaq akbar karena kekufuran mereka adalah i’tiqodiy haqiqiy, tidak sedikit pun keimanan menyertainya karena (al Qur’an) menggandengkan kekufuran dengan kemunafikan dalam hal ancaman. Dan yang dimaksud dengan orang-orang kafir adalah orang yang menampakkan kekufuran mereka secara terang-terangan sedangkan orang-orang munafik adalah orang-orang kafir secara batin.
Orang-orang munafik amali—yaitu orang-orang yang bukan munafik i’tiqodiy—tidaklah termasuk didalam ancaman yang ditujukan kepada orang-orang kafir, mereka (orang-orang munafik amali) adalah para pelaku maksiat umat ini. Nifaq semacam ini adalah terhadap orang-orang yang terhinggapi dengan ciri-ciri kemunafikan. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz LXIV hal 1)
Hendaklah setiap muslim menghindari berbagai ciri-ciri nifaq amali seperti : bohong jika berbicara, ingkar janji, berkhianat terhadap amanah yang dititipkan kepadanya kemudian janganlah membiarkan apalagi membiasakan perbuatan-perbuatan semacam itu karena dapat menuntunnya kepada nifaq akbar (i’tiqodi).
Selain itu hendaklah setiap muslim senantiasa berdoa kepada Allah swt agar dijauhkan dari sifat nifaq ini, sebagaimana diriwayatkan dari Ummi Ma’bad berkata,”Aku mendengar Nabi saw berdoa dengan doa ini :
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ " .
“Wahai Allah bersihkanlah hatiku dari nifaq, (bersihkanlah) amalku dari riya, (bersihkanlah) lisanku dari dusta, (bersihkanlah) mataku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan didalam dada.” (HR. Hakim (2/227), al Khotib (5/267), ad Dailamiy (1/478 No. 1953). Hadits ini juga dikeluarkan oleh ar Rafi’I (2/301). Al Munawiy (2/143) mengatakan bahwa al Iraqiy mengatakan bahwa sanadnya lemah)
Wallahu A’lam Bi showab...
MUNAFIQ
Karakter Orang Munafik
Mungkin kita sering mendengar kata munafik di dalam kehidupan sehari-hari kita. Kata munafik atau muna mungkin kita anggap tidak begitu kasar di telinga kita karena kata itu jarang kita dipublikasikan di media massa. Namun sebenarnya munafik adalah suatu sifat seseorang yang sangat buruk yang bisa menyebabkan orang itu dikucilkan dalam masyarakat.
Apakah kita termasuk orang yang munafik????????

''Kita memohon dan berdo'a smg allah menjaga dan membebaskan kita dari sifat demikian. amien...
 
Mungkin kita dengan tegas mengatakan kita adalah bukan orang munafik karena kurangnya pemahaman kita mengenai apa itu sifat munafik yang sesungguhnya. Yuk mari kita lanjutkan pembahasan topik ini bersama-sama.
Hadits Nabi Muhammad SAW Tentang Orang-Orang Munafik / Muna :
"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya".(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
Ciri-Ciri / Sifat-Sifat Munafik Manusia :
1. Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta.
2. Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.
3. Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya.
Untuk disebut sebagai orang munafik sejati sepertinya harus memenuhi semua ketiga persyaratan di atas yaitu pembohong, penghianat dan pengingkar janji. Jika baru sebatas satu atau dua ciri saja mungkin belum menjadi munafik tapi baru CAMUNA / calon munafik... heheheee.... 

1. Berbohong
Bohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain. Jadi apabila kita tidak jujur kepada orang lain maka kita bisa menjadi orang yang munafik. Contoh bohong dalam kehidupan keseharian kita yaitu seperti menerima telepon dan mengatakan bahwa orang yang dituju tidak ada tetapi pada kenyataannya orang itu ada. Contoh lainnya seperti ada anak ditanya dari mana oleh orang tuanya dan anak kecil itu mengatakan tempat yang tidak habis dikunjunginya.
2. Ingkar Janji
Seseorang terkadang suka membuat suatu perjanjian atau kesepakatan dengan orang lain. Apabila orang itu tidak mengikuti janji yang telah disepakati maka orang itu berarti telah ingkat janji. Contohnya seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis. Misal lainnya yaitu seperti para siswa yang telah menyepakati janji siswa namun tidak dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.
3. Berkhianat
Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan tukang ingkar janji. Khianat hukumannya bisa dijauhi atau dikucilkan serta tidak akan mendapatkan kepercayaan orang lagi bahkan bisa dihukum penjara dan denda secara pidana. Contoh berkhianat yaitu seperti oknum anggota TNI yang menjadi mata-mata bagi pihak asing atau teroris. Contoh lainnya yaitu seperti seorang pegawai yang dipercaya sebagai pejabat pajak, namun dalam pekerjaannya orang itu menyalahgunakan jabatan yang digunakan dengan cara menilep uang setoran pajak.
Jadi apakah anda munafik atau calon muna? Jika ya sebaiknya anda lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bertobat agar tidak dihukum dengan api neraka kelak di akhirat.
Definisi Dari IMAN, KAFIR, MUNAFIK, FASIK, SYIRIK, MURTAD, dan TAKWA
Definisi Beriman :
BerIMAN Kepada ALLAH
Adalah
“PERCAYA” ADANYA ALLAH
Akan Tetapi Belum Tentu Melaksanakan Perintah-Perintah Allah
(QS. Shaad (38) ayat 79-84)
(QS. Al Kahfi (18) ayat 50)
"Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh".
Iblis menjawab:
"Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan
(menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,
dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”
(Al Qur’an surat Al A’raaf (07) ayat 15-17)
“Iblis menjawab:
Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya
Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”
(Al Qur’an surat Shaad (38) ayat 82-83)
“Sesungguhnya syaitan berkata: Demi kemuliaan Engkau wahai Tuhan
Aku akan senantiasa menyesatkan hamba-Mu
Selama ruh berada dalam tubuh mereka
Maka Allah swt berfirman: Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku
Senantiasa Aku mengampuni mereka
Selama mereka memohon ampun kepada-Ku”
(Hadits riwayat Ahmad)
“Orang-orang Arab Badwi itu berkata : Kami telah beriman
Katakanlah (kepada mereka) :
Kamu belum beriman, tetapi katakanlah
Kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu
Dan jika kamu taat kepada Allah dan rasulNya
Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(Al Qur’an surat Al Hujuraat (49) ayat 14)
“Iman itu adalah beriman kepada Allah,
Malaikat-malaikatnya dan berteman dengannya,
Beriman kepada utusannya dan beriman kepada hari berbangkit”
(Hadits riwayat Bukhari)
IBLISpun, BerIMAN Kepada ALLAH BerIMAN Hanya Sekedar PERCAYA Belum Tentu MENGERTI Secara UTUH Dan Belum Tentu MENGERJAKAN Perintah-perintah ALLAH Ada Yang BerIMAN Tetapi Masih MELAKSANAKAN Larangan-larangan ALLAH
(QS. Al A’raaf (07) ayat 15-16)
(QS. Shaad (38) ayat 82-83)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
Melainkan supaya mereka menyembahKu”
(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 56)
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik
(akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya.
Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman
Dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”
(Al Qur’an surat Al Bayyinah (98) ayat 6-7)
“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat
Amat besar kebencian di sisi Allah
Bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”
(Al Qur’an surat Ash Shaff (61) ayat 2-3)
Asal Kata KAFIR :
KAFIR Berasal Dari Kata KAFARO
Kata KAFARO Berasal Dari Bahasa ARAB
KAFARO Berarti MENOLAK, INGKAR Dan Tidak PERCAYA
(QS. Al Baqarah (02) ayat 6-7, 28, 34, 39, 41)
(QS. Qaaf (50) ayat 24)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 2, 7)
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati,
Lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan
Dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”
(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 28)
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”
(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 39)
“Nabi telah bersabda kepadaku sewaktu haji Wada
Supaya menyuruh orang ramai diam setelah orang ramai diam
Beliau bersabda :
Janganlah kamu kembali menjadi orang kafir Setelah peninggalanku
Dengan memukul-mukul leher
Di antara satu sama lain dikalangan kamu”
(Hadits riwayat Jarir)
Definisi KAFIR :
KAFIR Kepada ALLAH
Adalah
Sifat MENOLAK, INGKAR, Tidak PERCAYA Dan MENDUSTAKAN
Kepada Ayat-ayat ALLAH
Kepada Manajemen ALLAH
Kepada Hukum (Syariat) ALLAH
(QS. Al Baqarah (02) ayat 39)
(QS. An Nahl (16) ayat 104-106)
(QS. Al Ankabuut (29) ayat 47)
(QS. Ar Ruum (30) ayat 16)
(QS. Al Jatsyiyah (45) ayat 11)
(QS. Al Hadiid (57) ayat 19)
(QS. Al Buruuj (85) ayat 19)
(QS. Al Balad (90) ayat 19)
(QS. At Taghabuun (64) ayat 10)
(QS. Al Insyiqaaq (84) ayat 22)
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran),
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan,
Hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah,
Dan mereka itulah orang-orang pendusta.
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman
(dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir
Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa),
Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran,
Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar”
(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 104-106)
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”
(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 39)
Definisi MUNAFIK :
MUNAFIK
Adalah
MENGAKU BERIMAN KEPADA ALLAH
Tetapi
TIDAK MAU MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH
(QS. At Taubah (09) ayat 74)
“Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah
Bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu)
Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran
Dan telah menjadi kafir sesudah Islam
Dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya
Dan mereka tidak mencela (Allah dan RasulNya) kecuali karena Allah
Dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka
Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka
Dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab
Yang pedih di dunia Dan di akhirat
Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung
Dan tidak (pula) penolong di muka bumi”
(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 74)
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara dia berdusta
Dan apabila berjanji dia ingkar pada janjinya itu
Dan apabila dia dipercaya dia khianat”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim dari Abi Hurairah)
Definisi MUNAFIK :
Adalah
Bagian Dari Sifat KAFIR,
Karena Pernah BerIMAN Tetapi KAFIR Lagi
Hasil Akhir Dari Sifat MUNAFIK :
Adalah
Tidak BerIMAN Kepada Ayat-ayat ALLAH Secara KAFAH (UTUH)
(QS. At Taubah (09) ayat 68, 73)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 1, 48)
(QS. Al Munaafiquun (63) ayat 1-3)
(QS. At Tahrim (66) ayat 9)
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:
Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya;
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu
benar-benar orang pendusta. mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai,
Lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman,
Kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati;
Karena itu mereka tidak dapat mengerti”
(Al Qur’an surat Al Munaafiquun (63) ayat 1-3)
“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik
dan bersikap keraslah terhadap mereka.
Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”
(Al Qur’an surat At Tahrim (66) ayat 9)
Definisi MUNAFIK :
MUNAFIK
Adalah
SIFAT YANG PERCAYA ADANYA ALLAH,
Tetapi
BerDUSTA TIDAK MAU MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH
(QS. Al Munaafiquun (63) ayat 1)
(QS. At Taubah (09) ayat 74)
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:
"Kami mengakui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah".
Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya;
Dan Allah mengetahui bahwa
Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta”
(Al Qur’an surat Al Munaafiquun (63) ayat 1)
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara dia berdusta,
Dan apabila dia berjanji, dia ingkar pada janjinya,
Dan apabila dia dipercayai dia khianat”
(Hadits riwayat Bukhari)
Definisi MUNAFIK :
Adalah
“PENYAKIT HATI”
Menolak Ayat-ayat ALLAH
"Sifat KAFIR Terhadap Ayat-ayat ALLAH"
(QS. Al Anfaal (08) ayat 49)
(QS. Al Ahzab (33) ayat 12, 60)
(QS. At Taubah (09) ayat 77)
“(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit
Di dalam hatinya berkata:
"Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya".
(Allah berfirman): "Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah,
Maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"
(Al Qur’an surat Al Anfaal (08) ayat 49)
“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik
Dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata:
"Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya"
(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 12)
“Tidaklah beriman seseorang hamba dengan iman yang sempurna
Sehingga meninggalkan kedustaan sekalipun bersenda gurau
Dan meninggalkan pertengkaran, walaupun dia orang benar”
(Hadits riwayat Ahmad)
"Orang-orang munafik pada masa sekarang lebih jahat
Daripada mereka di masa Nabi saw. dimana mereka
Pada waktu itu merahasiakan kekafiran, tidak menyatakan kejahatannya
Sedangkan pada masa sekarang mereka berterang-terang
Menyatakan perlawanan kepada imam dan menebarkan kejahatan
Di antara golongan-golongan"
(Hadits riwayat Bukhari)
"Sesungguhnya kemunafikan itu terdapat di masa Nabi saw. saja,
Adapun pada masa sekarang sesungguhnya kemunafikan itu adalah
Kekafiran sesudah keimanan"
(Hadits riwayat Bukhari)
Asal Kata FASIK
FASIK Berasal DARI Bahasa ARAB
Yang Berarti :
Sudah TAHU
Sudah MENGERTI,
Sudah PAHAM
Tetapi Tidak MAU MemPRAKTEKkan Atau Tidak MAU MELAKSANAKANnya Dalam Kehidupannya
(QS. Al Baqarah (02) ayat 99)
(QS. Ali ‘Imran (03) ayat 82)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 47)
(QS. An Nuur (24) ayat 55)
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas
Dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik”
(Al Qur’an surat Al Baqarah (02) ayat 99)
“Barangsiapa yang berpaling sesudah itu,
Maka mereka itulah orang-orang yang fasik”
(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 82)
“Rasulullah s.a.w bersabda:
Mencaci dan memaki orang-orang Islam adalah fasik
Dan memerangi mereka adalah kafir”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Definisi FASIK :
FASIK
Adalah
Bagian Dari Sifat KAFIR
Karena Hasil Akhir Dari Sifat FASIK Adalah Tidak Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH Secara KAFAH (UTUH)
(QS. Al An’aam (06) ayat 49)
(QS. At Taubah (09) ayat 84)
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami,
Mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik”
(Al Qur’an surat Al An’aam (06) ayat 49)
“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang
Yang mati di antara mereka dan janganlah kamu berdiri (mendo’akan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya
Dan mereka mati dalam keadaan fasik”
(Al Qur’an surat At Taubah (09) ayat 84)
“Orang yang bermuka dua di dunia, adalah baginya pada hari kiamat
mempunyai dua lidah dari neraka”
(Hadits riwayat Abu Daud dari Amar)
“Nabi s.a.w pernah bersabda:
Allah telah berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan siksaannya:
Seandainya kamu mempunyai dunia yang penuh dengan kelengkapannya,
Maukah kamu menebus dirimu dengan semuanya itu?
Orang itu menjawab: Ya! Allah s.w.t berfirman lagi:
Aku telah meminta daripadamu sesuatu yang lebih ringan
Berbanding dengan perkara ini
Ketika engkau berada di tulang sulbi Nabi Adam,
Yaitu agar engkau tidak menyekutukan Aku.
Aku menyangka engkau melaksanakan permintaan tersebut.
Allah s.w.t berfirman:
Aku juga tidak akan memasukkan kamu ke dalam neraka,
tetapi kamu ingkar dan tetap menyekutukan aku”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Asal Kata SYIRIK :
SYIRIK Berasal Dari Bahasa Arab
Yang Berarti
MEMPERSEKUTUKAN ALLAH Dengan Sesuatupun (Makhluk ALLAH)
SYIRIK Merupakan DOSA Yang Tidak DiAMPUNi Oleh ALLAH
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 48, 116)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
Bagi siapa yang dikehendaki-Nya
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah,
Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”
(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 48)
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia,
Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya”
(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 116)
“Jauhilah oleh kamu sekalian tujuh macam dosa
Yang membawa kehancuran (dosa besar), yaitu :
Mempersekutukan Allah, menjalankan sihir,
Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali demi menegakkan kebenaran,
Memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan
dan menuduh berbuat Zina kepada wanita yang baik-baik yang lemah lagi beriman”
(Hadits riwayat Syaikhani)
Definisi SYIRIK :
SYIRIK Adalah
Bagian dari Sifat KAFIR Terhadap Ayat-ayat ALLAH
Karena Hasil Akhir Dari Sifat SYIRIK Adalah Menolak PERINTAH-PERINTAH ALLAH Dalam Kehidupan Manusia
(QS. An Nisaa’ (04) ayat 36)
(QS. Al Baqarah (02) ayat 83)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
Dengan sesuatupun Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak,
Karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat
Dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong
Dan membangga-banggakan diri”
(Al Qur’an surat An Nisaa’ (04) ayat 36)
“Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap hamba-Nya,
Allah membukakan pintu hatinya, lalu Allah mengisinya dengan keyakinan
Dan kejujuran dan Allah menjadikan hatinya waspada terhadap apa
yang sedang ia jalani dan Allah menjadikan hatinya sejahtera dan lidahnya benar,
Dan tabiatnya baik dan Allah menjadikan telinganya mau mendengarkan
Dan matanya mempunyai ketajaman pandangan”
(Hadits riwayat Syekh dari Abu Dzar)
Asal Kata MURTAD :
MURTAD Berasal Dari Bahasa ARAB
Yang Berarti Pernah BerIMAN, Sekarang Keluar Dari Ajaran-ajaran ALLAH Sehingga BerDUSTA Dan Tidak Melaksanakan Perintah-perintah ALLAH Lagi
Atau Mendustakan Ayat-ayat ALLAH Baik Dilakukan Dengan Sengaja Maupun Tidak Sengaja
(QS. An Nahl (16) ayat 104)
(QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 7)
(QS. Adz Dzaariyaat (51) ayat 10)
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman
Kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an)
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka
Dan bagi mereka azab yang pedih”
(Al Qur’an surat An Nahl (16) ayat 104)
“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta”
(Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat (51) ayat 10)
“Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w bersabda:
Seseorang yang biasa berlaku jujur,
Maka beliau akan dicatat sebagai orang yang jujur.
Sebaliknya orang yang biasa berbohong (berdusta)
Maka beliau akan dicatat sebagai pembohong”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Definisi MURTAD :
MURTAD
Adalah
Bagian dari Sifat KAFIR Terhadap ALLAH, Karena Hasil Akhir Dari MURTAD Adalah Tidak Melaksanakan Ayat-ayat ALLAH
Atau
DUSTA Terhadap Ayat-ayat ALLAH
(QS. Al Jaatsiyah (45) ayat 7)
(QS. Ar Ruum (30) ayat 16)
(QS. Al Hadiid (57) ayat 19)
(QS. At Taghaabun (64) ayat 10)
(QS. Al Insyiqaaq (84) ayat 22)
(QS. Al Balad (90) ayat 19)
“Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang
Yang banyak berdusta lagi banyak berdosa”
(Al Qur’an surat Al Jaatsiyah (45) ayat 7)
"Bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya)”
(Al Qur’an surat Al Insyiqaaq (84) ayat 22)
“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan,
Dan kebaikan membawa kepada syurga,
Sesungguhnya seseorang yang jujur dituliskan Allah akan kejujurannya,
Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kedurhakaan,
Dan durhaka membawa kepada neraka,
Sesungguhnya seseorang yang suka dusta, dituliskan Allah akan dustanya itu.”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
‘Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam :
Apabila dia berbicara, dia berdusta, dan apabila dia berjanji
Dia ingkar pada janjinya itu,
Dan apabila dia dipercaya dia khianat”
(Hadits riwayat Bukhari & Muslim)
Definisi TAKWA :
TAKWA Berasal Dari Bahasa ARAB
Yang Berarti
PATUH, TAAT, TAKUT
BerTAKWA KEPADA ALLAH
Berarti
PATUH, TAAT Dan TAKUT Kepada ALLAH
BerTAKWA (PATUH, TAAT, TAKUT) KEPADA ALLAH
Adalah
Betul-betul BerIMAN KEPADA ALLAH
Dengan
PATUH MELAKSANAKAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH
Dan
TAAT MENJAUHI SEGALA LARANGAN ALLAH
(Karena Patuh, Taat Dan Takut Kepada Allah)
(QS. Al Maa-idah (05) ayat 27, 57, 112)
(QS. At Taubah (09) ayat 51, 119)
(QS. An Naml (27) ayat 53)
“Hai orang-orang yang beriman,
Janganlah kamu mengambil menjadi pemimpinmu,
Orang-orang yang membuat agamamu menjadi buah ejekan dan permainan,
(yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu,
Dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik).
Dan bertawakkallah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”
(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 57)
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: Hai Isa putera Maryam,
Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami
Isa menjawab:
"Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman"
(Al Qur’an surat Al Maa-idah (05) ayat 112)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
Dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi
Yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu)
Orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit
Dan orang-orang yang menahan amarahnya Dan memaafkan (kesalahan) orang
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”
(Al Qur’an surat Ali ‘Imran (03) ayat 133-134)
“Dua macam tabiat (perangai) mengasihi Allah akan keduanya
Dan dua macam tabiat yang membenci Allah akan keduanya
Maka adapun keduanya yang disukai Allah ialah Pemurah dan berani
Dan adapun yang dibenci akan keduanya oleh Allah ialah Jahat perangai dan bakhil
Dan apabila menghendaki Allah dengan hambaNya akan kebaikan
Bekerjalah hamba itu dalam melaksanakan tugasnya
Buat kepentingan manusia”
(Hadits riwayat Baihaqi dari Ibnu Umar bin ‘Ash)
“Dia-lah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir
Dan di antaramu ada yang beriman.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
(Al Qur’an surat At Taghaabun (64) ayat 2)
“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah.
Dan kebanyakan mereka tidak beriman”
(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 8)
“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat)
Dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman”
(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 67)
“Sesungguhnya pada yang demikian itu
Benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah),
Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman”
(Al Qur’an surat Asy Syu’araa’ (26) ayat 103)
“Dan orang-orang yang berkata:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami
Dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),
Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”
(Al Qur’an surat Al Furqaan (25) ayat 74)
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang
Yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami,
Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri
Dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula)
Yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.
Yang demikian itu itu adalah karunia yang amat besar”
(Al Qur’an surat Faathir (35) ayat 32)
“Hai orang-orang yang beriman,
Mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
Yang tiada kamu kerjakan”
(Al Qur’an surat Ash Shaaf (61) ayat 2-3)
“Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan bertakwalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara”
(Al Qur’an surat Al Ahzab (33) ayat 2-3)
“Berfirman Allah Ta’ala :
Aku adalah Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Aku,
Maka barangsiapa yang tetap mentauhidkan Aku (mengesakan Aku)
Masuklah dia dalam pemeliharaan-Ku
Dan barangsiapa yang masuk pemeliharaan-Ku, amanlah dia dari adzab-Ku”
(Hadits riwayat Syairazi dari Ali)
“Orang yang merasai kemanisan iman ialah
Orang yang ridho dengan Allah sebagai Tuhannya
Dan dengan Islam sebagai agamanya
Dan dengan nabi Muhammad saw sebagai rasulnya”
(Hadits riwayat Tirmidzi)
“Bacalah Al Qur’an
Karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat pada orang
Yang mempelajari dan mentaatinya”
(Hadits riwayat Muslim)
“Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui (bodoh),
Dan celakalah bagi orang yang mengetahui kemudian tidak mengamalkannya”
(Hadits riwayat abu Na’im)
“Rasulullah s.a.w bersabda:
Siapa yang sengaja mendustakan aku,
Maka bersedialah untuk menerima azab api Neraka”
(Hadits riwayat Abu Hurairah)
NIFAQ
Nifaq merupakan penyakit yang tersembunyi di dalam batin, yang bisa memenuhi seluruh batin dan hatinya, sementara dia tidak menyadarinya, sebab hal ini tidak bisa diketahui orang lain. Nifaq ini tersembunyi karena keadaannya yang samar-samar. Dia mengira nifaq itu bagus, tapi ternyata merusak. Nifaq ada dua macam: Besar dan kecil. Nifaq yang besar mengakibatkan kekekalan di dalam neraka dan berada di lapisan paling bawah. Gambarannya, orang munafik menampakkan iman kepada Allah, para malaikat, kitab, para rasul dan hari akhirat di hadapan orang-orang Muslim,padahal di dalam batinnya dia tidak memiliki iman itu. Dia tidak beriman bahwa Allah menurunkan wahyu kepada manusia yang dijadikan-Nya sebagai rasul, yang memberi petunjuk, peringatan dan ancaman. Allah telah menyibak tabir orang-orang munafik dan mengungkap rahasia mereka di dalam Al-Qur'an. Perkara mereka dijelaskan di hadapan orang lain, agar menjadi peringatan. Di awal surat Al-Baqarah disebutkan tiga macam golongan manusia yang ada di dunia ini, yaitu: Orang-orang Mukmin, orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Empat ayat tentang orang-orang Mukmin, dua ayat tentang orang-orang kafir dan tiga belas ayat tentang orang-orang munafik. Ayat tentang mereka lebih banyak jumlahnya, karena jumlah mereka yang cukup banyak dan cobaan yang mereka akibatkan lebih menyeluruh serta lebih membahayakan Islam dan para pemeluknya. Cukup berat cobaan yang harus ditanggung Islam, karena mereka menisbatkan diri kepada Islam, menunjukkan loyalitas kepada Islam, padahal hakikatnya mereka adalah musuh Islam.
Demi Allah, berapa banyak orang yang seakan membela Islam,padahal sebenarnya dia menghancurkan Islam. Berapa banyak orang yang membangun fondasi benteng, padahal sebenarnya dia merusaknya. Islam dan para pemeluknya senantiasa dalam intaian bahaya karena keberadaan mereka.
Inilah gambaran keadaan mereka yang disebutkan secara berurutan dalam surat Al-Baqarah, dari ayat 8 hingga ayat 20:
Ayat 8: Mereka mengenakan pakaian iman, sedang di dalam hatinya ada perasaan sesal dan merugi, dusta dan pengingkaran. Lidah mereka lidah orang yang pasrah, sedang batin mereka lebih dekat dengan orang-orang kafir.
Ayat 9 : Modal mereka adalah tipuan dan makar. Barang dagangan mereka kedustaan dan pengkhianatan. Mereka mempunyai logika agar tetap eksis, yaitu memperlihatkan keridhaan kepada kedua belah pihak, sehingga mereka tetap merasa aman.
Ayat 10: Penyakit syubhat dan syahwat menyusup ke dalam hati mereka lalu merusaknya. Maksud yang buruk menguasai kehendak mereka dan niat mereka rusak, lalu menyeret mereka kepada kebinasaan yang tidak bisa diobati oleh dokter.
Ayat 11 & 12: Siapa yang bejana imannya disusupi keragu-raguan mereka,maka imannya akan tercabik-cabik, siapa yang pendengarannya dipengaruhi syubhat kesamar-samaran mereka, maka keyakinan di dalam hatinya akan hilang, karena kerusakan mereka di muka bumi amat ba-nyak, namun mereka tidak mau mengakuinya.
Ayat 13: Seseorang yang berpegang kepada Al-Kitab dan As-Sunnah dalam pandangan mereka adalah orang yang berpegang kepada benda mati, dianggap kurang beres akalnya. Orang yang melaksanakan nash menurut pandangan mereka seperti keledai yang membawa kitab suci. Dagangan pedagang wahyu menurut pandangan mereka tidak laku dan mereka tidak mau menerimanya. Orang yang mengikuti Rasul menurut pandangan mereka termasuk orang-orang bodoh, dan mereka akan mengejeknya.
Ayat 14: Masing-masing di antara mereka mempunyai dua wajah. Wajah saat berhadapan dengan orang-orang Mukmin, dan satu wajah lagi saat mereka berkumpul dengan rekan-rekan segolongannya. Mereka juga mempunyai dua lidah, satu lidah dipergunakan jika bersama orang-orang Muslim, dan satu lidah lagi dipergunakan untuk menerjemahkan rahasia yang terpendam di dalam hati mereka.
Ayat 15: Mereka berpaling dari Al-Kitab dan As-Sunnah, karena hendak mengolok-olok dan mengejek orang-orang yang berpegang kepada keduanya.
Ayat 16: Mereka keluar mencari perniagaan yang sia-sia di tengah lautan kegelapan, sambil naik perahu keragu-raguan dan berlayar di tengah gelombang hayalan yang tidak pasti. Perahu mereka pun terom-bang-ambing dihembus badai hingga mereka pun terhempas dalam kebinasaan.
Ayat 17: Api iman menyala di dekat mereka sehingga dengan cahayanya mereka bisa melihat tempat-tempat yang berdasarkan petunjuk dan tempat yang menyesatkan. Tapi kemudian cahayanya padam dan tinggal setitik api yang kadang menyala dan kadang tidak, sehingga mereka tersiksa dengan keadaan itu, kemudian mereka sama sekali tidak bisa melihat.
Ayat 18: Pendengaran, penglihatan dan lidah mereka sudah tertutup kerak, sehingga mereka tidak bisa mendengar seruan iman, tidak bisa melihat hakikat Al-Qur'an dan tidak bisa mengatakan kebenaran.
Ayat 19: Hujan wahyu turun kepada mereka, yang di dalamnya terhadap kehidupan bagi hati dan ruh. Tapi yang mereka dengar dari hujan itu hanya suara petir peringatan, ancaman dan kewajiban yang dibebankan kepada mereka setiap pagi dan petang. Maka mereka menyumbatkan jari ke lubang telinga mereka dan merekapun lari.
Ayat 20: Dalam hujan lebat itu mereka tidak bisa melihat hanya dengan mengandalkan kilat yang menyambar, dan pendengaran mereka tidak mampu mendengar petir janji, perintah dan larangan. Mereka pun berdiri dalam keadaan bingung di hamparan tanah yang kering kerontang. Masih banyak sifat orang-orang munafik lainnya dan penggambar-an tentang diri mereka yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sun-nah.
4. Fusuk dan Kedurhakaan
Fusuk disebutkan dalam dua macam dalam Al-Qur'an: Fusuk yang  disebutkan sendirian, dan fusuk yang dikaitkan dengan kedurhakaan.  Yang disebutkan sendirian ada dua macam: Fusuk kufur yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, dan fusuk yang tidak mengeluarkannya dari Islam. Fusuk kufur seperti firman Allah,
"Dan, adapun orang-orang yang fasik, maka tempat mereka adalah neraka. Setiapkali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya." (As-Sajdah: 20).
Sedangkan fusuk yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam seperti firman Allah,
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti." (Al-Hujurat: 6).
Ayat ini turun berkenaan dengan Al-Walid bin Uqbah bin Abu Mu'aith yang memanipulasi berita.  Fusuk yang dikaitkan dengan kedurhakaan ialah melakukan apa yang dilarang Allah. Kedurhakaan di sini artinya mendurhakai perintah.
Penggunaan lafazh fusuk lebih tertuju kepada pelaksanaan apa yang dilarang, sedangkan kedurhakaan lebih tertuju kepada menyalahi dan melanggar perintah. Namun melakukan apa yang dilarang juga bisa berarti kedurhakaan jika kata ini disebutkan sendirian. Jika disertakan dengan kata yang lain, maka pengertiannya seperti di atas. Fusuk keyakinan ialah seperti fusuknya ahli bid'ah. Mereka beriman kepada Allah, Rasul-Nya hari akhirat, mengharamkan apa yang diharamkan Allah, melaksanakan apa yang diwajibkan Allah, tetapi mereka meniadakan sekian banyak ketetapan Allah dan Rasul-Nya, entah karena  kebodohan, ta'wil atau taqlid kepada guru, lalu mereka menetapkan sesuatu yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya. Taubat dari fusuk ialah dengan menetapkan bagi dirinya seperti yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, tanpa merubah atau pun mengganti.
5. Dosa dan Pelanggaran
Dosa dan pelanggaran merupakan pasangan, seperti firman-Nya,
"Dan, tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (Al-Maidah:2).
Jika masing-masing dipisahkan, maka yang satu mencakup yang lainnya, sebab setiap dosa merupakan pelanggaran dan setiap pelanggaran adalah dosa, sebab keduanya berarti melaksanakan apa yang dilarang Allah dan meninggalkan apa yang diperintahkan-Nya, atau dengan kata lain merupakan pelanggaran terhadap perintah dan larangan-Nya, dan setiap pelanggaran adalah dosa. Tetapi jika keduanya dipasangkan, maka masing-masing bisa berdiri sendiri, tergantung kaitan dan sifatnya. Dosa ialah sesuatu yang diharamkan dari segi jenisnya, seperti dusta,zina, minum khamr dan lain-lainnya. Sedangkan pelanggaran ialah sesuatu yang diharamkan dari segi porsi dan tambahannya. Pelanggaran artinya tindakan yang melampaui batas dari apa yang diperbolehkan ke porsi yang diharamkan dan ukuran yang berlebihan, seperti berlebihan dalam mengambil hak dari orang yang justru seharusnya dia memberikan hak itu kepada orang tersebut, entah berupa perampasan hartanya, badan atau kehormatannya. Jika orang yang dilanggar marah, maka orang yang melanggar justru lebih marah kepadanya. Jika orang yang dilanggar mengeluarkan perkataan yang pedas, maka perkataan orang yang melanggar justru lebih pedas lagi. Ini semua disebut pelanggaran dan perbuatan yang menyimpang dari keadilan.
Pelanggaran ada dua macam: Pelanggaran terhadap hak Allah, dan pelanggaran terhadap hak hamba. Pelanggaran terhadap hak Allah seperti melanggar sesuatu yang diperbolehkan untuk dilakukan, semacam bersetubuh dengan istri, lalu melakukan persetubuhan dengan selain istri.
Bisa juga berupa pelanggaran apa yang diperbolehkan saat berhubungan dengan istri, lalu melakukan persetubuhan yang dilarang, seperti menyetubuhi istri saat haid, nifas, puasa, di dubur dan lain-lainnya. Pelanggaran juga bisa terjadi terhadap porsi yang diperbolehkan, lalu melakukannya dengan porsi yang lebih banyak, seperti memandang wanita yang hendak dilamar, kesaksian, mu'amalah, berobat dan lain-lainya.

Wallahu a'lam bi showab...'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar