Total Tayangan Halaman

Senin, 16 September 2013

SINGA CAP WEDOS

  Tiap hari Facebookan membosankan juga ya...???? sekarang tak Nulis2 di bloger aja lah...wlpun di anggap tulisanku TANPO WATHON tdk masalah yg penting sedikit bisa menjadi inspirasi untuk melakukan hal yg positif'' selamat membaca.....
SINGA CAP WEDDOOOS,,,,!!! (KAMBING)

Al Kisah..

Tersebutlah seekor anak singa yang terpisah dari induknya sejak lahir. Ganasnya belantara membawanya kebingungan menyambung hidup di rimba raya. Akhirnya terdamparlah dia di satu kelompok kambing.. Karena si singa masih mungil, rombongan kambing tidak takut. Malah disambut
dan diterima hidup bersama ditengah kawanan kambing itu..

Akhirnya si singa belajar hidup sepenuhnya dari kambing... Dia belajar makan rumput, belajar mengembik, belajar hidup berkelompok ala kambing, bahkan mengadopsi perilaku dan tata cara hidup kambing keseluruhannya. Meskipun dengan
bersusah payah, karena dia memang bukan seekor kambing...

Setelah beberapa lama, jadilah dia seekor singa dewasa yang pinter bersuara embek-embek, doyan makan rumput, bahkan muntah-muntah ngliat daging, bermain dan bergaul dengan kambing dengan akrab, dan tentu saja kawanan kambing amat suka ria. Khusus pada singa ini, kawanan kambing tak perlu takut dan khawatir..

Syahdan.. Kabar berita perihal singa berperilaku kambing ini terdengar oleh sang Singa senior.. Tadinya sang singa senior tidak yakin kebenaran beritanya. Maka dicarinya singa cap kambing itu untuk melihat langsung. Diintainya kawanan
kambing yang ditengahnya ada singa cap kambing itu. Saat singa senior menampakkan diri, maka kawanan kambing itu segera ngibrit ketakutan. Termasuk singa cap kambing itu, karena dia melihat kawan-kawannya lari ketakutan saat melihat makhluk aneh, berambut gondrong, bertaring, dan
mengaum keras-keras...

Singa senior baru percaya. Ternyata ada juga singa cap kambing itu. Bukan hanya isapan jempol saja. Maka yang perlu dilakukan sang Singa senior adalah mengembalikan pemahaman singa cap kambing itu akan jati dirinya yang sesungguhnya. Agar bisa makan ala singa, mengaum ala singa, bergaul ala singa, dan hidup ala singa...

-

Siapakah yang dimaksud singa cap kambing dalam kisah di atas tsb ??

Singa cap kambing itu adalah gambaran mayoritas umat Islam sekarang ini Dari sejak lahir telah kehilangan identitas dan jati diri Islamnya. Cara merayakan kelahiran, cara menamai anak, cara mendidik, cara bergaul, cara berpakaian, dan bahkan cara hidupnya jauh dari Islam, dst.. Parahnya lagi.. Cara ibadahnya pun banyak yang melenceng dari islam, malah ada yang ikut2an agama lain..

Kenapa bisa sampai demikian son...?? piya jaall son...????

Karena rupanya sudah lama umat ini kehilangan induk. Akhirnya dipelihara dan dibesarkan dengan cara orang-orang yang cuma meniru, membebek, dan ikut-ikutan nenek moyang dan adat-adat daerah, bahkan masih ikut dan niru agama diluar islam... Satu-satunya yang masih Islam cuma agamanya.

Saat ada orang Islam yang sungguh-sungguh menjalani Islam yang murni dengan segala ajaran sunnahnya, atributnya, dan identitasnya, "singa cap kambing…" eh, orang Islam yang kehilangan jati diri ini, malah menganggapnya aneh, nyleneh, asing, bahkan mereka kadang sampai ketakutan... Ibarat kambing melihat singa sebagaimana dalam kisah diatas..

Keberadaan orang Islam yang kehilangan jati diri itu amat penting bagi kawanan "kambing" musuh Islam.. Kenapa musuh Islam sangat senang jika ada umat Islam yang meniru2 mereka ?? Apa tujuan mereka para musuh islam tsb ?? Apalagi kalo bukan menghilangkan jati diri umat Islam itu sendiri.. Mereka tak akan tersenyum puas hingga kelak Islam hanya tinggal nama..

Maka upaya mengembalikan jati diri keislaman akan selalu mendapat tantangan, perlawanan, bahkan cacian... Bahkan yang ada adalah upaya pengaburan jati diri itu sendiri..

Menunjukkan jati diri, menegakkan sunnah, dan menjauhi segala macam inovasi, renovasi, modifikasi, imitasi, dst (belajar untuk mengamalkan agama dengan baik), maka akan dianggap primordialisme (mbuh ki panganan opo…). Jenggot, celana cingkrang, jilbab panjang dlsb, dianggap cuma identitas arab, tak ada kaitannya sama Islam.. Maka orang lantas bicara soal esensi. Identitas dhohir tak perlu, yang penting esensinya apa.

Ada orang membahas dan mengajak ke sunnah malah dianggap gak tau jaman, ada yang melakukan Jaulah dari rumah ke rumah untuk mengajak sholat berjama'ah,untuk meramaikan masjid malah di anggap orang bodoh kok berdakwah .., Bukankah Umat pada jaman Nabi adalah generasi terbaik yang seharusnya dijadikan tauladan..????

bahkan  ibarat saat ini setiap orang pun tahu, jus jeruk dengan jus rasa jeruk itu beda. Jus jeruk adalah jeruk yang dibikin jus, sehingga 100 persen kandungannya adalah tetep jeruk, hanya saja terblender jadi jus.

Sedangkan jus rasa jeruk, itu hanyalah minuman bergula, bahkan gulanya pun tak alami, ditambahi esens dan aroma jeruk.

Yang satu menyehatkan, yang satu bisa meracuni !!

Ajaran islam dengan segala penegakan sunnah dan atributnya tentunya lain dengan ajaran yang cuma diambil esensinya saja,.. Apalagi dengan ajaran2 yang sudah terkontaminasi dengan ajaran2 diluar islam.. Meskipun ada beberapa ajaran Islam yang memang bisa sekedar diambil esensinya, tapi tentu saja mendatangkannya secara utuh akan lebih baik.

Ha wong umat Islam itu disuruh Islam secara kaffah. Kaffah itu ya keseluruhan. Dari rasa, warna, aroma sampai sak ampasnya, semuanya Islam.. Sedangkan yang cuma diambil esensnya saja trus dicampuri tetek bengek racun dan campur aduk yang akhirnya rasa, aroma, warna dan wujudnya menyerupai aslinya,.. tetep itu bukan Islam yang sesungguhnya... Ya tho ??
 Bukankah kita di suruh untuk menerima syari'at islam ini secara Kaffah,,,secara Kulliyah...'' tidak boleh secara parsial=separo separo...????

Nah.. Itu sedikit cerita tentang Singa cap trenggiling.. Eeeh.. Singa cap kucing.. Hayyaah...'' keliru maning...'' maksude nyong ki Singa cap Kambiiing !! aliyas WEDDDOOOSSS.....!!!''

Lha sekarang monggo, silakan diambill yang benernya saja...oke son...????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar